Operator yang digunakan untuk memberikan sebuah nilai pada sebuah variabel atau struktur data. Assignment operator (operator pengerjaan) menggunakan simbol titik dua diikuti oleh tanda sama dengan (: =)
Contoh : A: = B
Binary Operator
Disebut dengan binary operator (tanda operasi biner) karena operator ini digunakan untuk mengoperasikan 2 buah operand. Operand dapat berbentuk konstanta ataupun variabel. Operator ini digunakan untuk operasi aritmatika yang berhubungan dengan nilai tipe integer dan real.
Contoh :
Begin
WriTeln (15*5);
WriTeln (20/3);
WriTeln (20 div 3);
WriTeln (20 mod 3);
End.
Unary Operator
Disebut Unary karena operator ini hanya menggunakan sebuah operand saja. Unary operator dapat berupa unary minus dan unary plus. Unary minus adalah operator yang berupa tanda minus yang ganya digunakan pada sebuah numerik operand saja untuk menunjukan nilai negatif, baik pada operand numerik real, maupun numerik integer. Unary plus adalh operator untuk memberi tanda plus.
Contoh:
-5
-7 a+(-b)
-2.5 a+(+b)
+2.5
Bitwise Operator
Bitwise operator digunakan untuk operasi bit per bit pada nilai integer.
Contoh:
# include <iostream.h>
void main ( )
{
int m = 82, n = 26;
count<<m<<" << 2"<<" = "<< ( m << 2 ) << endl;
Contoh:
# include <iostream.h>
void main ( )
{
int m = 82, n = 26;
count<<m<<" << 2"<<" = "<< ( m << 2 ) << endl;
count<<m<<" >> 2"<<" = "<< ( m >> 2 ) << endl;
count<<m<<" & "<< n <<" = "<< ( m & n ) << endl;
count<<m<<" ! "<< n <<" = "<< ( m ! n ) << endl;
count<<m<<" ^ "<< n <<" = "<< ( m ^ n ) << endl;
count<<"~"<<m<<" = "<<~m<<endl;
}
Output:
82 << 2 = 328
82 >> 2 = 20
82 & 26 = 18
82 ! 26 = 90
82 ^ 26 = 72
~82 = -83
count<<m<<" & "<< n <<" = "<< ( m & n ) << endl;
count<<m<<" ! "<< n <<" = "<< ( m ! n ) << endl;
count<<m<<" ^ "<< n <<" = "<< ( m ^ n ) << endl;
count<<"~"<<m<<" = "<<~m<<endl;
}
Output:
82 << 2 = 328
82 >> 2 = 20
82 & 26 = 18
82 ! 26 = 90
82 ^ 26 = 72
~82 = -83
Relational Operator
Relational operator (Operator Hubungan) digunakan untuk membandingkan hubungan antara dua buah operand dan akan didapatkan hasil tipe boolean, yaitu true atau false.
Contoh:
Var
a, b : integer;
Begin
a = 5;
b = 3;
Writeln (a=b);
Writeln (a=5);
Writeln (a<>b);
Writeln (a>b);
Writeln (a>=b);
Writeln (a<b);
Writeln (a<=b)
End.
Bila dijalankan:
False
True
True
True
True
False
False
Logical Operator
Terdapat 4 buah logical operator, yaitu Not, And, Or dan Xor. Bentuk operator ini sama dengan bitwise operator, tetapi penggunaanya lain. Logical operator bekerja dengan nilai – nilai logika, yaitu True dan False.
Contoh:
Begin
Writeln (not True);
Writeln (not False);
Writeln (True And False);
Writeln (True Or False);
Writeln (True Xor False);
End.
Bila dijalankan:
False
True
False
True
True
Set Operator
Set operator digunakan unt/uk operasi himpunan.
Contoh:
Type
BilanganHex = Set of char;
Ver
Hexa : Bilangan Hex;
Begin
Hexa := ['0', , '9','A', , 'F'];
-
-
-
String Operator
String operator digunakan untuk operasi string. Hanya ada sebuah operator string saja, yaitu operator + yang digunkan untuk menggabung 2 buah nilai string.
Contoh:
Nama1, Nama2, Nama3 : string[15];
Begin
Nama1 := ‘Arief’;
Nama2 := ‘Kurniawan’
Nama3 := Nama1 + Nama2;
Writeln (Nama3)
End.
Bila dijalankan:
Arief Kurniawan
Pengertian Array
Array merupakan tipe data terstruktur yang berguna untuk menyimpan sejumlah data yang bertipe sama. Bagian yang menyusun array disebut elemen array, yang masing-masing elemen dapat diakses tersendiri melalui indeks array.
“Elektronika”
“Telekomunikasi”
“Elektro Industri”
“Teknologi Informasi”
“Teknik Kimia”
Elemen – Elemen Array
Array Jurusan
Dalam terminology array, array jurusan diatas bias dikatakan mempunyai 5 buah elemen. Setiap elemen mempunyai sebuah nilai. Elemen pertama berisi string “Elektronika”, elemen kedua berisi string “Telekomunikasi”, dan seterusnya.
Contoh:
Uses crt ;
Var
Nama : array [1..30 ] of string ;
Tugas, uts, uas, absen : array [1..30] of integer ;
Rata : array [1..30] of real ;
x , jd : byte;
BEGIN
CLRSCR ;
Write (
‘
Masukan Jumlah data :
‘
) ; readln ( jd ) ;
‘
Masukan Jumlah data :
‘
) ; readln ( jd ) ;
For x : = 1 to jd do
begin
Writeln (
‘
*****************************
‘
) ;
Writeln (
‘
PENILAIAN UJIAN MAHASISWA BSI
‘
) ;
Writeln (
‘
*****************************
‘
) ;
Write (
‘
Input Nama :
‘
) ; readln (nama[x] ) ;
Write (
‘
Input Nilai Tugas :
‘
) ; readln (tugas[x] ) ;
Write (
‘
Input Nilai Absen :
‘
) ; readln (absen[x] ) ;
Write (
‘
Input Nilai UTS :
‘
) ; readln (uts[x] ) ;
Write (
‘
Input Nilai UAS :
‘
) ; readln (uas[x]) ;
Rata[x]:=(0.1*tugas[x])+(0.2*absen[x])+(0.3*uts[x])+(0.4*uas[x]);
End ;
CLRSCR ;
For i : = 1 to j do
Begin
Writeln (
‘
*****************************
‘
) ;
Writeln (
‘
PENILAIAN UJIAN MAHASISWA BSI
‘
) ;
Writeln (
‘
*****************************
‘
) ;
Writeln (
‘
Nama :
‘
, nama[i] ) ;
Writeln (
‘
Nilai Tugas :
‘
, tugas[i] ) ;
Writeln (
‘
Nilai Absen :
‘
, absen[i] ) ;
Writeln (
‘
Nilai UTS :
‘
, uts[i] ) ;
Writeln (
‘
Nilai UAS :
‘
, uas[i]) ;
Writeln (
‘
****************************
‘
) ;
Writeln (
‘
Rata-rata :
‘
, rata : 1: 0 ) ;
Readln ;
End;
END.
Pengertian Record
Adalah kumpulan elemen-elemen data yang digabungkan menjadi satu kesatuan, masing-nasing elemen data tersebut dikenal dengan sebutan field. Field data tersebut dapat memiliki tipe data yang sama ataupun berbeda, walaupun field-field tersebut berada dalam satu kesatuan namun masing-masing field dapat diakses secara individual.
Contoh:
uses
crt;
crt;
type
TSiswa = record
nim : string[8];
nama : string[25];
agama : string[10];
ktp : string[25];
end;
TSiswa = record
nim : string[8];
nama : string[25];
agama : string[10];
ktp : string[25];
end;
var
s : TSiswa;
umur : integer;
ts : integer;
tl : integer;
s : TSiswa;
umur : integer;
ts : integer;
tl : integer;
begin
clrscr;
write (’Masukkan tahun sekarang: ‘);
readln (ts);
writeln (’Isikan data anda dalam Form ini’);
write (’NIM : ‘);
readln (s.nim);
write (’NAMA : ‘);
readln (s.nama);
write (’TAHUN LAHIR : ‘);
readln (tl);
umur := (ts-tl);
write (’AGAMA : ‘);
readln (s.agama);
write (’NO.KTP : ‘);
readln (s.ktp);
writeln;
writeln (’Berikut ini informasi yang anda berikan: ‘);
writeln (’NIM : ‘, s.nim);
writeln (’NAMA : ‘, s.nama);
writeln (’Umur : ‘, umur);
writeln (’AGAMA : ‘, s.agama);
writeln (’NO.KTP : ‘, s.ktp);
READLN;
end.
clrscr;
write (’Masukkan tahun sekarang: ‘);
readln (ts);
writeln (’Isikan data anda dalam Form ini’);
write (’NIM : ‘);
readln (s.nim);
write (’NAMA : ‘);
readln (s.nama);
write (’TAHUN LAHIR : ‘);
readln (tl);
umur := (ts-tl);
write (’AGAMA : ‘);
readln (s.agama);
write (’NO.KTP : ‘);
readln (s.ktp);
writeln;
writeln (’Berikut ini informasi yang anda berikan: ‘);
writeln (’NIM : ‘, s.nim);
writeln (’NAMA : ‘, s.nama);
writeln (’Umur : ‘, umur);
writeln (’AGAMA : ‘, s.agama);
writeln (’NO.KTP : ‘, s.ktp);
READLN;
end.
Sumber :
H.M. Jogiyanto. 1995. Turbo Pascal. Yogyakarta: ANDI OFFSET
http://felixchristianta.blogspot.com/2010/03/pengertian-record.html
http://acieee.wordpress.com/2010/03/24/contoh-program-record-pada-pascal/
http://dif4jc.wordpress.com/2007/06/22/array-pada-pascal/
http://www.asciitable.com/
H.M. Jogiyanto. 1995. Turbo Pascal. Yogyakarta: ANDI OFFSET
http://felixchristianta.blogspot.com/2010/03/pengertian-record.html
http://acieee.wordpress.com/2010/03/24/contoh-program-record-pada-pascal/
http://dif4jc.wordpress.com/2007/06/22/array-pada-pascal/
http://www.asciitable.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar